Rabu, 21 Desember 2016



Hasil gambar untuk tanah surga katanya

Judul Film : Tanah Surga...Katanya
Sutradara : Herwin Novianto
Produksi : PT.Demigisela Cita Sinema & PT. Gatot Brajamusti Films
Tayang Perdana : 11 AGUSTUS 2012
Durasi : 90 menit

Tanah surga katanya adalah sebuah film yang disutradarai oleh Herwin Novianto yang menceritakan sisi kehidupan lain sebuah keluarga di suatu desa kecil pada perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Disini juga diceritakan tentang suatu keluarga di Indonesia yang merantau dan bekerja di Malaysia.
Cerita film ini dimulai dari kedatangan duda beranak dua Haris yang diperankan oleh Ence Bagus yang berasal dari Serawak Malaysia. Salman (Osa Aji santoso) dan Salina (Tissa Biani Azzahra) namanya. Selama ini Haris bekerja di Serawak Malaysia dan sesekali pulang ke kampung halamannya di Indonesia. Kedua anaknya dititipkan kepada ayahnya yang bernama Hasyim yang diperankan oleh Fuad Idris. Haris yang sudah sakit-sakitan itu dulunya adalah mantan pejuang operasi dwikora yaitu perang melawan Malaysia. Disini terdapat nilai nasionalis yang patut diteladani oleh para pecinta film. Yaitu sebuah kecintaan terhadap negaranya walaupun negaranya tidak semaju negara tetangga (Malaysia). Karena semua ini berawal dari...
Konflik dimulai ketika Kakek Salman (Pak Hasyim) punya masa lalu berperang melawan Malaysia sehingga tak sudi baginya untuk menginjak tanah Malaysia apalagi menetap di sana. Prinsip itu dibenturkan oleh anaknya sendiri (Ayah Salman), Haris. Kakek Salman seorang petani, kukuh pada prinsip nasionalismenya, menolak ajakan anaknya untuk hidup sejahtera di Malaysia. Kakek tetap percaya bahwa Indonesia adalah negeri makmur, ia tak peduli tak diperhatikan pemerintah sebagai veteran, karena pengabdiannya adalah untuk bangsa Indonesia bukan untuk pemerintah. Meski diiming-imingi kesejahteraan, perawatan kesehatan, tempat tinggal yang layak, tak membuat Kakek goyah. Ia pilih untuk tetap hidup di wilayah perbatasan Indonesia. Kakek Salman digambarkan memiliki karakter idealis, nasionalismenya begitu mengakar karena bayang-bayang perang melawan Malaysia masih terkenang.
Dalam film ini ada satu adegan yang sangat menyentuh hati ketika seluruh kelas diperintahkan Ibu Astuti untuk menggambar bendera Indonesia Raya, dari gambar yang dihasilkan mereka tahu bahwa bendera Indonesia terdiri dari dua warna yaitu warna merah dan putih. Namun dalam gambar yang dihasilkan tata letak warnanya berbeda-beda, ada yang merah di bawah dan ada juga yang putih diatas, merah disamping kanan dan putih di kiri. Bahkan dalam satu kelas hanya satu anak yang berhasil menggambar bendera dengan baik dan benar yang kemudian gambar bendera itu dikibarkan dengan bambu di depan sekolah. Ketika di perintahkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mereka justru menyanyikan lagu kolam susu dan menganggap lagu itu sebagai satu satunya lagu kebangsaan yang mereka tahu .
Kelebihan dalam film ini menurut saya sutradara memfokuskan kondisi kesejahteraan yang kontras antara Indonesia perbatasan dengan negeri tetangga, karena yang dieksplorasi bagaimana kondisi rumah-rumahnya, kondisi gedung sekolah, ruangan sekolah, sulitnya transportasi yang masih harus naik perahu motor seharian untuk sampai ke kota (padahal untuk sampai ke Malaysia saja anak kecil harus berjalan kaki sampai seharian), sinyal susah, dan listrik yang masih terbatas (mereka masih pake diesel, lampu minyak, dan tv masih 1 biji ditonton rame-rame untuk orang sekampung). Tema yang diangkat oleh sutradara patut diacungi jempol. Jarang sekali film yang mengangkat rasa nasionalisme bangsa dengan cara unik tanpa perang dan tumpah darah seperti ini. Termasuk posisi Indonesia digambarkan ”kalah” dalam film ini sebagai bentuk sindirin terhadap pemerintah pusat, pejabat daerah dan kita semua.
Kekurangan dalam film ini menurut saya tidak tampak murid-murid kelas satu, kelas dua, kelas lima dan kelas enam apa dan bagaimana mereka. Sayangnya sang sutradara kurang mengeksplorasi keindahan alam dan nuansa desa yang seharusnya dapat lebih maksimal. Menurut penulis sudut pengambilan gambar kurang kreatif sehingga beberapa adegan terutama di malam hari terlihat gelap. Juga alur cerita yang tidak berujung sehingga tidak ada greget akhir yang ingin dicapai.




0 komentar:

Posting Komentar

 
Hello peeps! Blogger Template by Ipietoon Blogger Template